Sabtu, 07 Januari 2012

Cara Mudah Memasang Widget Alexa

Wah, udah lama sekali nih saya ga nulis posting tentang widget, kira-kira udah seabad setahun lamanya (terakhir kali saya nulis tentang widget tanggal 30 desember 2011, jadi kira-kira udah setahun lah dari sekarang :D)

Postingan kali ini saya akan membahas soal cara mudah memasang widget alexa. Mengapa judulnya cara mudah? Karena memang tutorial yang saya berikan ini caranya mudah, mudah sekali malah :D.. Dari blogger yang senior sampai kakek2 dan nenek2 blogger yang baru pemula pun tahu cara memasang widget ini. Makanya, sebelum postingan ini saya buat saya sempat ragu apakah tulisan saya ini akan bermanfaat atau tidak? akan dibaca atau tidak? Tapi apa boleh buat, karena moto hidup saya adalah "live to share" makanya saya membulatkan tekat untuk tetap memposting entri ini, terserah mau diapakan.. mau diketawain ke, mau dibilang gak ada ide buat posting ke, bodoh amat yang penting posting gan!

Oke, daripada kelamaan dengar curhat saya mendingan kita langsung aja praktekin cara membuat daging sei khas kota kupang dimakan sama sambal mantap dah memasang widget alexa.

Pertama, masuk ke homepagenya alexa, http://www.alexa.com/
Jika sudah masuk ke homepage, klik site tools yang ada di bagian atas halaman situs alexa
Jika sudah masuk ke site tools klik "alexa site widgets yang ada di bagian bawah halaman situs
Selanjutnya, agan akan diarahkan ke halaman traffic widgets. Pilihannya ada 2 gan, mau yang alexa site stats button atau yang alexa traffic stats button. Kalau saya sih pilih yang pertama gan, karena ada links in yang menunjukan tingkat kepercayaan alexa terhadap terhadap suatu website, mirip kaya google page ranks gitu gan. Kalau udah mutusin mau pilih yang mana, masukan alamat blog di kotak yang tersedia kemudian klik built widget. 

Nah, langkah terakhir tinggal copy code html yang disediakan, masuk ke dasbor-pilih rancangan-tambah gadget-paste code html-terakhir klik simpan. Widget alexa sudah terpasang di blog sobat :)




Jumat, 06 Januari 2012

Nelayan yang Puas

Usahawan dari kota terkejut
menjumpai nelayan di pantai sedang
berbaring bermalas-malasan di samping
perahunya sambil menghisap rokok.
"Mengapa engkau tidak pergi
menangkap ikan?" tanya usahawan itu.

"Karena ikan yang kutangkap telah
menghasilkan cukup uang untuk makan
hari ini," jawab nelayan.

"Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi
daripada yang kau perlukan?" tanya usahawan.
"Untuk apa?" nelayan balas bertanya.

"Engkau dapat mengumpulkan uang
lebih banyak," jawabnya. "Dengan uang itu
engkau dapat membeli motor tempel,
sehingga engkau dapat melaut lebih
jauh dan menangkap ikan lebih banyak.
Kemudian engkau mempunyai cukup
banyak uang untuk membeli pukat nilon.
Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak
lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk
membeli dua kapal... bahkan mungkin
sejumlah kapal. Lalu kau pun akan
menjadi kaya seperti aku."

"Selanjutnya aku mesti berbuat apa?"
tanya si nelayan.

"Selanjutnya kau dapat beristirahat dan
menikmati hidup," kata si usahawan.

"Menurut pendapatmu, sekarang ini aku
sedang berbuat apa?" kata si nelayan puas.


Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengukur kebahagiaan. Orang yang mengukur kebahagiaan dari harta kekayaan biasanya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan harta kekayaan tersebut, bahkan kalau perlu menyingkirkan orang lain untuk mencapai tujuannya. Orang seperti ini cenderung tidak puas akan apa yang dimilikinya, seperti yang ditunjukan oleh sikap pengusaha tadi. Hal ini berbeda dengan apa  yang ditunjukan oleh nelayan diatas. Dia sudah merasa puas dengan apa yang diperolehnya hari ini. Tidak lupa dia bersyukur atas berkah yang ia peroleh hari ini. Sifat yang ditunjukan oleh nelayan pada cerita diatas patut kita tiru, yaitu sifat tahu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Dengan bersyukur dan berterima kasih berarti kita sudah mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri.

(Sumber : A. de Mello SJ: "Burung Berkicau")

Mengubah Tragedi Menjadi Kemenangan

Selama bergenerasi-generasi sebelum abad ini, prosedur standar untuk mengembangkan pengrajin ahli adalah dengan ayah mengajarkan profesinya kepada anak laki-lakinya. Keahlian yang diperlukan untuk membuat kerajinan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bertahun-tahun yang lalu, seorang pembuat sepatu mengajarkan kepada anak laki-lakinya yang berumur sembilan tahun kerajinan ini guna mempersiapkannya menghadapi kehidupan. Pada suatu hari, alat pelubang kulit jatuh dari meja pembuat sepatu dan secara tragis membutakan sebelah mata anaknya yang berumur sembilan tahun. Tanpa pengetahuan dan keahlian kedokteran seperti jaman sekarang, anak ini tidak hanya akan kehilangan sebelah mata, tetapi juga kedua-duanya.

Ayahnya memasukannya ke sekolah khusus ke anak tuna netra. Pada masa itu mereka diajarkan membaca dengan menggunakan blok-blok kayu ukiran besar. Blok-blok kayu ini canggung dan merepotkan, memerlukan banyak waktu untuk belajar. Walaupun demikian, anak tukang sepetu tidak puas hanya belajar membaca. Dia tahu pasti ada yang lebih mudah dan lebih baik. Selama bertahun-tahun dia merancang sistem membaca yang baru bagi orang buta dengan menusukan bintik-bintik pada kertas. Untuk mencapai tujuannya, anak pembuat sepatu menggunakan alat pelubang kulit yang sama dengan yang membutakannya. Nama anak ini adalah Louis Braille, pencipta huruf Braille.

gambar dari : id.wikipedia.org

(Sumber cerita : Zig Ziglar. Something to Smile About. Untuk Membuat Kita Tersenyum)

Kamis, 05 Januari 2012

Doa Seekor Bunglon


sumber gambar : inpogue.com

"Tuhan,
Engkau memberiku anugerah untuk
mengubah warna kulitku.
Di pucuk daun warna kulitku menjadi hijau.
Saat merayap di pohon warnaku menjadi kehitam-hitaman.
Dengan cara itu, aku dapat menghindari musuh
yang ingin mencoba menyakiti aku!"

"Tuhan,                                                                                                       
aku sungguh sakit hati.
Manusia menyebutku sebagai binatang yang tidak mempunyai kepribadian.
Bunglon binatang yang tidak berani menampakan jati diri.
Buglon si picik yang pandai untuk mencari keselamatan diri.
Pada waktu mengganti warna,
mereka menuduhku mencari keuntungan pribadi!"

"Tuhan,
manusia memang tidak adil.
Mereka menuduhku tidak mempunyai kepribadian.
Padahal ini semua kekayaan anugerah-Mu.
Lain halnya dengan manusia sendiri.
Mereka tak Kauciptakan seperti aku,
tetapi mereka sangat suka mengubah
'warna kulitnya' hanya demi keuntungan
dan egoisme mereka sendiri!"

"Tuhan,
manusia menghinaku karena aku binatang lemah.
Mereka tidak sadar kalau mereka justru
sering menjual diri dengan meniru aku.
Oleh karena itu, aku berdoa untuk manusia
agar dalam hidup selalu menerima diri
dan selalu dekat pada-Mu, sehingga setiap tindakannya 
menampakan kebijaksanaan-Mu!"

Sumber : N. Wahyu S. Pujian dan Doa 70 Binatang

Rabu, 04 Januari 2012

Sejarah Perkembangan Komputer

Teknologi informasi mencakup pemrosesan, pendistribusian dan pengolahan data menjadi informasi dengan menggunakan peralatan komunikasi dan komputer. Salah satu alat yang terpenting adalah komputer.

Komputer berasal dari bahasa latin computare yang berarti alat hitung.
Perkembangan alat hitung telah menjadi cikal bakal penemuan komputer. Adapun perkembangan komputer yang diawali dari perkembangan alat hitung tradisional adalah sebagai berikut.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More